BREAKING NEWS

IKLAN

IKLAN

Monday, 12 June 2017

Atasi Sakit Kepala saat Puasa dengan Cara Ini

Tentu rasanya sangat tidak enak jika menjalani puasa sambil menahan sakit. Terlebih orang yang menderita penyakit migrain memiliki peluang yang lebih besar untuk terkena sakit kepala saat puasa.

Sakit kepala bukan hanya muncul di awal-awal bulan Ramadan. Melainkan bisa terjadi sepanjang bulan. Salah satu studi mengatakan, orang yang menderita sakit kepala frekuensinya meningkat sebanyak 41% selama bulan Ramadan. Rasa sakit yang timbul biasanya berintensitas ringan hingga sedang. Untuk melancarkan puasa Anda, tentunya sakit kepala harus diakhiri dengan cepat.

Sampai saat ini, para periset masih mencari tahu dengan pasti apa yang menyebabkan timbulnya sakit kepala saat berpuasa. Namun beberapa faktor bisa dijadikan alasan timbulnya sakit kepala. Gula darah rendah, penarikan kafein, dehidrasi, perubahan pola aktivitas, dan kurang tidur mungkin adalah pemicu munculnya sakit kepala saat puasa.

Menurut Dr. Med Derk Krieger, ahli saraf di German Neuroscience Centre, Dubai sakit kepala bisa dihilangkan dengan cara melakukan pendekatan terapeutik. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan selama bulan Ramadan. Dia menyarankan untuk melakukan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sakit kepala yaitu berbuka puasa dengan karbohidrat kompleks. Pilihlah makanan yang memiliki indeks glisemik rendah, sehingga kadar glukosa dalam darah menjadi meningkat.

Dikutip dari okzone, Senin (12/6/17), Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah meminum secangkir kopi saat sahur agar mengurangi resiko penarikan kafein. Namun sebaiknya cara ini jangan terlalu sering Anda lakukan karena bisa memberikan efek negatif terhadap kesehatan selama puasa. Anda juga harus menjaga rutinitas selama bulan Ramadan. Jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat dan sebisa mungkin memiliki waktu tidur yang cukup.

Jika Anda tidak dapat mengendalikan sakit kepala dengan tindakan pencegahan, pengobatan mungkin bisa menjadi solusinya. Anda bisa minum obat sakit kepala di saat sahur. Namun apabila sakit kepala di siang hari saat berpuasa sudah tidak terkendali, Anda harus segera mengunjungi ahli medis. Terutama bagi Anda yang memiliki penyakit migrain, karena bisa jadi Anda membutuhkan perawatan lain selama bulan Ramadhan untuk mengatasinya. Dilansir dari Khaleej Times, Senin (12/6/2017)

7 Mitos soal Kanker Serviks yang Belum Banyak Orang Tahu!

 
KANKER serviks menjadi ancaman serius bagi perempuan di dunia. Kasus ini menyerang 13.000 perempuan Amerika Serikat setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka berusia 30 sampai 54, dengan usia rata-rata penderita adalah 48 tahun. Deteksi dini sudah bisa dilakukan untuk penyakit ini, maka dari itu, tingkat kelangsungan hidup penderita adalah 91 persen.

Kasus yang dialami Julia Perez juga harusnya menjadi contoh serius untuk setiap orang dalam menjaga kesehatan dan kebersihan alat kelaminnya. Pencegahan dini sudah seharusnya dilakukan agar Anda terhindar dari penyakit tersebut.

Namun, dilansir dari okzone, Minggu (11/6/2017) ada beberapa hal yang perlu penderita maupun masyarakat umum ketahui tentang kesalahpahaman mengenai penyakit ini. Berikut beberapa di antaranya

HPV menjadi penyebab utama kanker serviks

Pada kenyataannya, tidak semua jenis HPV (Human Papillomavirus) terkait dengan kanker serviks. HPV mengacu pada sekelompok lebih dari 100 virus yang secara koelktif membentuk infeksi menular seksual yang paling sering terjadi. Namun, ada HPV yang memang berisiko menciptakan kanker serviks, yaitu HPV 16 dan 18. Sedangkan HPV 6 dan 11 menyebabkan genital warts, yang jarang berkembang menjadi kanker.

Kanker serviks tidak dapat dicegah

Saat ini, pencegahan dini kanker serviks sudah bisa dilakukan. Kanker serviks dimulai pada sel pra-kanker yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang menjadi kanker. Tes Pap atau pap smear adalah skrining yang dapat mendeteksi sel pra-kanker tersebut.

Tak hanya itu, tes HPV juga sudah bisa dilakukan jauh hari. Dengan tes itu, Anda bisa mengidentifikasi strain virus yang menempatkan perempuan pada risiko paling tinggi terkena kanker serviks. Jika positif ada HPV dalam tubuh, Anda harus melakukan tes ulang dalam setahun untuk mengetahui apakah virus telah sembuh atau belum.

Tes Pap Smear dilakukan setiap tahun

Penelitian saat ini telah menemukan, tes pap tahunan tidak perlu lagi dilakukan. CDC dan American Cancer Society merekomendasikan tes pap smear dilakukan tiga tahun sekali untuk perempuan berusia 21 tahun atau lebih tua. Tes yang terlalu sering juga mungkin membawa efek yang tidak diinginkan dan biaya tambahan yang tentunya tidak sedikit.

Tes Pap Smear sama dengan pemeriksaan panggul

Tes pap berbeda dengan pemeriksaan panggul, yaitu pemeriksaan fisik panggul, vagina, dan dasar panggul. Sedangkan tes pap meliputi pemeriksaan panggul, payudara, dan fisik secara keseluruhan.

HPV bisa diobati

Pada kenyataannya, tidak ada perawatan untuk HPV. Namun, sistem kekebalan tubuh yang baik bisa mengatasi infeksi HPV genital dalam dua tahun. Penyedia layanan kesehatan tidak dapat mengobati HPV, tapi mereka bisa menangkap dan merawat sel pra-kanker yang disebabkan HPV sehingga kanker bisa diminimalkan.

Kanker Serviks menunjukkan gejala langsung

Pra kanker awal dan kanker serviks biasanya tidak menghasilkan gejala yang bisa langsung Anda rasakan. Namun, saat kanker serviks yang telah menyebar dan mencapai stadium lanjut, akan mengeluarkan gejala seperti keluarnya darah dari vagina yang abnormal; sakit saat berhubungan seks; nyeri di punggung, kaki, atau panggul; kaki tunggal bengkak; penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan; kelelahan yang parah.

Jika Anda telah menjalani histerektomi, Anda tidak bisa terkena kanker serviks

Jika Anda pernah menjalani pemeriksaan histerektomi, Anda harus tetap skrining untuk kanker serviks. Namun, jika Anda sudah menjalani histerektomi total selama pengangkatan serviks dan rahim, Anda harus berhenti terkena pap smear dan tes HPV.

Saturday, 3 June 2017

Penuhi Asupan Gizi Saat Puasa dengan Superfood

ORANGENEWS - Sembilan makanan ini bisa menjadi alternatif untuk sahur agar tetap semangat saat berpuasa
Makanan yang menghasilkan energi dan membuat rasa kenyang lebih lama adalah makanan yang cocok untuk dikonsumsi saat sahur.Selama puasa di bulan Ramadan, sahur adalah bagian penting dari puasa, karena merupakan sumber energi untuk menjalani puasa selama satu hari. Di bawah ini terdapat beberapa jenis superfood atau makanan yang mengandung energi dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, seperti dikutip dari Gulfnews. Makanan-makanan ini disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Semua makanan ini bisa ditemukan di pasar tradisional maupun pasar modern.

1. Telur
Telur menjadi makanan yang paling disarankan untuk dikonsumsi saat sahur, karena merupakan salah satu makanan paling bergizi dan tinggi protein. Selain enak, telur akan membuat rasa kenyang lebih lama. Telur bisa dikonsumsi dengan cara orak arik lalu digunakan untuk isi roti tawar atau roti gandum.

2. Alpukat
Alpukat disarankan untuk dikonsumsi saat sahur karena bergizi tinggi dan mengandung serat. Serat membantu melancarkan sistem pencernaan dan berkontribusi terhadap penurunan berat badan serta juga mengurangi lonjakan gula darah. Serupa telur, alpukat adalah makanan yang mengenyangkan. Energi dari alpukat dilepaskan perlahan sepanjang hari, sehingga buah ini cocok sebagai hidangan pendamping sahur. Cara mengonsumsinya bisa dimakan langsung atau ditumbuk dan dijadikan selai.

3. Kue muffins
Kue muffin yang terbuat dari gandum tinggi seratnya. Kue ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan menjadi energi untuk menjalani puasa satu hari. Selain itu, adonan kue muffin bisa disimpan di kulkas untuk kemudian dibuat lagi esok hari.

4. Mentega almond
Mentega almond adalah jenis selai kacang yang mengandung banyak vitamin E untuk membantu menurunkan kolesterol. Almond juga meningkatkan kesehatan jantung, kaya nutrisi dan rasanya lezat. University of Massachusetts Medical School merekomendasikan kacang almond sebagai kacang yang bergizi dan harus ada di setiap makanan.

5. Kacang Fava
Kacang fava atau yang biasa dikenal dengan foul adalah kacang dari Arab Saudi. Biji fava bentuknya kecil, berwarna hijau dan berubah coklat ketika dimasak. Kacang fava biasanya dikemas dalam kaleng dan dibumbui, namun bisa juga dimasak dan dimakan dengan telur, keju atau roti.

Kacang kaya gizi ini cukup tinggi protein dan serat, dua kandungan gizi yang harus ada dalam makanan sahur. Kacang ini juga rendah lemak dan merupakan sumber energi dalam makanan yang sangat baik.

6. Yoghurt
Yoghurt sangat cocok dikonsumsi saat sahur karena mengandung probiotik dan protein yang lebih tinggi dari susu. Protein ekstra ini yang membuat kenyang lebih lama. Selain itu, yoghurt juga rendah karbohidrat dan membantu meminimalisir rasa haus.

7. Ikan Salmon
Daging ikan berwarna merah jambu ini merupakan sumber gizi penting karena mengandung protein, vitamin dan mineral yang sangat baik. Salmon juga dikenal dengan asam lemak omega-3, yang merupakan asam lemak esensial karena tubuh tidak dapat membuatnya sendiri. Asalam lema omega-3 sangat baik untuk meningkatkan fungsi otak.

8. Quinoa
Quinoa merupakan jenis padi-padian dari Amerika Selatan yang bisa dimakan sebagai pengganti beras. Tumbuhan ini bagus untuk dikonsumsi karena bebas gluten, mengandung protein tinggi dan asam amino esensial. Selain itu, tanaman ini juga biasanya ditanam secara organik sehingga menambah manfaat kesehatan.

Seperti beras, quinoa bisa dikonsumsi dengan makanan lainnya dan bisa dinikmati saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Salah satu alternatif untuk membuat kenyang lebih lama dan bisa membantu menjalani puasa di bulan suci ini.

9. Selai kacang
Selai kacang merupakan makanan yang mengandung protein tinggi dan dipastikan akan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Kandungan minyak sehat dalam selai kacang membantu menurunkan berat badan dan diabetes. Selai kacang juga penuh dengan lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung.
 
Copyright © 2013 News
Distributed By Orange News Peaper